foto user
SUPRIADI

Profil HNI

  • 00632690
  • DC / SM

Tanggung Jawab Seorang Leader


thumbnail

Pertemuan ini adalah majelis untuk memperkuat ukhuwah di antara kita. Kita ini disebut oleh Allah adalah leader yang mempunyai tanggung jawab. Leader yang SUKSES adalah leader yang BERTANGGUNG JAWAB. Adalah tanggung jawab leader menyelamatkan orang dari bisnis yang tidak halal. Keteladanan adalah kunci sukses leader. Leader terbaik adalah Rasulullah. Maka keteladanan ini harus kita contohkan dalam hal yang positif.

"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran." (QS. An Nahl ayat 90)

Keteladanan yang pertama adalah berbuat adil. Imam Al Ghazali memerintahkan untuk adil dalam berbisnis, "Bahwa Anda tidak menyintai saudara Anda sebagaimana Anda menyintai diri Anda." Perlakukanlah orang lain sebagaimana Anda ingin memperlakukan diri Anda.

Perbuatan Adil dalam berbisnis menurut Imam Al Ghazali antara lain; tidak boleh berlebih-lebihan dalam memuji produk, jujur atau transparan dalam bisnis, tidak curang dalam timbangan dan takaran, dan tidak melakukan rekayasa harga. Pengusaha-pengusaha yang sukses dan langgeng usahanya adalah mereka yang memperhatikan syari’ah. Rasulullah SAW sangat ihsan dalam menjalankan bisnis. Ketika berbisnis Rasulullah SAW senantisa melebihkan dalam timbangan.

Keteladanan berikutnya adalah senang berbagi. Pikiran kita dalam bisnis ini bukan karena bonus besar, tapi karena ketika kita dapat bonus ini kita bisa berbagi. Artinya kita bisa memberikan banyak manfaat. Jika kita lebih bahagia ketika menerima daripada memberi maka itu adalah ahli neraka. Namun, jika kita lebih bahagia ketika memberi daripada menerima maka itu adalah ahli surga. Orang yang memikirkan individu tidak akan kaya. Orang yang kaya adalah orang yang memikirkan orang lain. Orang yang dihargai masyarakat adalah orang yang bisa berbagi dan suka memberi.

Jadilah ahli surga dengan berbisnis. Ketika kita lebih bahagia ketika memberi daripada menerima maka itu adalah ahli surga.

Mawardi M. Shaleh, MA
Dewan Syariah HNI HPAI