foto user
SUPRIADI

Profil HNI

  • 00632690
  • DC / SM

Hongkong Jauh Berbeda dengan Indonesia


thumbnail

Perkenalkan saya Mutini seorang BMI (Buruh Migran Indonesia). Pernah saya berjanji saat Milad HNI HPAI yang ke-3 saya harus bisa berbicara di depan. Alhamdulillah Bapak Rofik Hananto mengundang saya menjadi pembicara di depan dalam acara Training Akbar Final Sprint 2015 ini.

Tidak lupa pula saya ucapkan terima kasih kepada guru besar saya Bapak Ari Maryadi, Bapak Mahmudin Purwo, Bapak Ahmad Fathoni, Bapak Asep Anang dan Bapak Pajarso. Alhamdulillah saya selama ini didampingi oleh mentor-mentor yang sangat luar biasa.

Rasa syukur yang sangat luar biasa bisa naik panggung Training Akbar HNI HPAI.

Saya akan menceritakan kesuksesaan saya di HNI HPAI. Di Hongkong sebagai TKW (Tenaga Kerja Wanita) tidak seperti ibu-ibu di Indonesia yang bisa keluar merekrut setiap hari. Kalau di Hongkong hanya saat libur saja yaitu hari minggu.

Jika mau menggunakan HP, harus melihat kondisi dan situasi karena dilarang oleh majikan. Pernah saat saya akan melihat grup chat WhatsApp, saya sampai berpura-pura mengelap bawah lemari piring.

Di Hongkong masih banyak yang belum tahu apa itu HNI HPAI. Kebetulan saya admin 15 komunitas One Day One Juz. Dari komunitas-komunitas itu saya mengirim pesan untuk setiap anggotanya.

Waktu itu saya belum menjadi stokis. Untuk berjualan masih meminjam produk dari Ibu Supiati. Di Hongkong banyak sekali bisnis MLM dan kami sebenarnya anti sekali dengan namanya MLM.

Waktu menjadi stokis, saya bayar dengan gaji saya satu bulan. Setelah produk-produk stokis datang, saya pun bingung mau diapakan.

Lalu saya meminta Bapak Ari Maryadi untuk dibuatkan KHT Online dan meminta beliau sebagai mentornya. Jika ada tanya jawab tentang penyakit, saya langsung memberi tahu obat herbalnya lalu saya menawarkan produk HNI HPAI.

Mengembangkan HNI HPAI di Hongkong harus melihat situasi dan kondisi. Jika sampai ketahuan kita berjualan akan langsung ditangkap oleh polisi Hongkong. Untuk bertransaksi tidak melakukan ramah tamah, produk langsung kita berikan dan berpura-pura tidak mengenal satu sama lain.

Begitulah kondisi di Hongkong yang sangat jauh berbeda dengan Indonesia. Jika yang ada di Indonesia tidak memiliki omset yang sangat luar biasa, sangat terlalu!!!

Mutini, LED
00355543
Buruh Migran Indonesia di Hongkong Tamatan SMP yang Sukses jadi Pebisnis HNI HPAI dan Direktur KHT Hongkong