foto user
ARIEF ARBIANTO

Profil HNI

  • 00184500
  • AB / EM

Peranan Mental Meraih Impian


thumbnail

Tahukah anda bahwa TAWAKAL adalah proses yang melibatkan kepasrahan padaNya disebabkan KEYAKINAN yang sangat tinggi bahwa ALLAH mengabulkan dan mewujudkan impian yang sedang kita IKHTIARkan? Coaching kali ini berhubungan dengan peranan mental dalam meraih impian. Dan ini tercakup dalam istilah TAWAKAL yang hingga kini belum banyak yang dapat menerapkannya dengan benar.

Berapa kali dalam sehari Anda membayangkan impian Anda? Apakah itu penting…? Percayakah Anda, apabila kita sering memikirkan impian kita maka akan sangat memudahkan perjalanan kita untuk mendapatkannya?

Banyak yang menganggap ini hanya isapan jempol, sebab sebagian dari kita mengalami kebalikannya, bahwa semakin sering membayangkannya semakin dekat kita pada kondisi stres. Stres karena kita frustasi hingga kini belum juga dapat mewujudkannya. Adakah yang salah dengan teori ini? mengapa teori ini tidak berlaku pada diri kita? Bahkan mengapa yang muncul stres? Dan dampaknya malah membuat semua impian terasa semakin jauh saja dari kenyataan hidup kita.

Bukan salah pada teori nya tetapi keliru dalam penerapannya, yang berarti kita telah salah pula dalam bertawakal pada ALLAH dalam setiap impian kita. Cobalah menelaah ulang proses yang kita lakukan ketika sedang membayangkan impian kita. Apakah ketika kita sedang melakukan proses ini, muncul perasaan senang dan bahagia, atau yang muncul malah perasaan takut dan cemas? Jika yang muncul adalah perasaan senang dan bahagia, ini adalah indikasi bahwa yang kita lakukan sudah benar. Akan tetapi jika yang muncul adalah takut dan kecemasan, saya yakin 100% kita salah jalan!

Tidak percaya bahwa kita salah jalan? Coba ulangi lagi prosesnya, ikuti petunjuk saya dan cek perasaan yang menyertainya!

Saya ambil contoh sebuah impian, yaitu mendambakan memiliki sebuah mobil. Sekarang bayangkan mobilnya. Bayangkan Anda melihatnya dalam benak Anda. Bentuknya sesuai sekali dengan yang Anda inginkan dan tersenyumlah. Sekarang masuklah ke dalamnya dan nyalakan mesinnya. Dengarkan suara mesinnya dan cobalah menekan pedal gasnya. Perhatikan dashboardnya. Rasakan duduk di atas kursi empuknya dan mulailah untuk menjalankannya serta nikmatilah. Sekarang cek perasaan Anda sampai sejauh ini. Bahagiakah….?

Lalu dimana letak kesalahan kita selama ini sehingga yang muncul bukan bahagia malah kekecewaan dan ketakutan? Kesalahannya adalah ketika Anda hanya menikmati impian di atas sebentar. Pikiran Anda segera beralih pada bayangan kesulitan dan kegagalan yang Anda alami dalam meraih impian Anda. Dan bayangan yang terakhir ini begitu kuat dan lama muncul dalam ruang pikir kita karena ia adalah kenyataan yang kita alami. Sekarang cek perasaan Anda! Kini perasaan yang muncul adalah kekecewaan bukan…?

Rasa bahagia yang muncul akan memicu keyakinan bahwa impian ini ALLAH kabulkan dalam kehidupan kita. Dan keyakinan yang muncul membuat ikhtiar kita optimal sebab menghilangkan hambatan internal sama sekali. Dan sesungguhnya itulah proses tawakal yang selalu menghasilkan keajaiban dalam kehidupan kita sebab terkabulnya impian kita. Ini pula hikmah dari pernyataan Rasulullah Saw:

"Sekiranya kalian benar-benar bertawakal kepada Allah SWT dengan tawakal yang sebenar-benarnya, sungguh kalian akan diberi rizki (oleh Allah SWT), sebagaimana seekor burung diberi rizki; dimana ia pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar, dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang" (HR. Ahmad, Turmudzi dan Ibnu Majah)

Selamat mencoba & salam HAMASAH

Erwin Chandra Kelana, LCED
00000425